Home » » 8 Dimensi Kecerdasan

8 Dimensi Kecerdasan

Baslini's Blog | 11.09 | 1komentar
Pendahuluan

Orang tua atau guru, pada umumnya akan melihat kecerdasan (potensi) anak hanya pada sisi kognitifnya saja. Artinya kecerdasan atau keterampilan hanya difahami sebagai kemampuan dalam menyelesaikan soal matematis dan IPA. Tentu saja hal ini menimbulkan konsekuensi logis guru dalam menilai anak didiknya yang menggunakan parameter IQ saja misalnya. Hal ini berimbas pada pemberian penghargaan yang setinggi-tingginya pada anak didik yang memiliki kecerdasan logis ( “logic smart” Agustin leony hal : 2). Sebaliknya pada anak-anak yang kurang memiliki atau tidak terampil dalam hal matematis sering dipandang kurang pandai, sehingga yang menjadi pertanyaan paling mendasar sesungguhnya adalah apakah jika seorang siswa mendapatkan nilai 0 dalam pelajaran matematika dan IPA, bisa disimpulkan bahwa siswa tersebut bodoh (IQ jongkok) ?.

Prof. Dr. Suharsimi Arikunto, menjelaskan dalam bukunya Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan, yang terrkait dengan pertanyaan diatas, bahwa sesungguhnya menilai (mengevaluasi) tidak semata-mata hanya melihat dari apa yang didapatkan dari hasil pengukuran (membandingkan sesuatu dengan satu ukuran), tetapi didalamnya mencakup segala potensi yang dimiliki oleh siswa (anak didik) sehingga memerlukan sebuah analisis, penalaran dan interpretasi terhadap hasil belajar siswa.

Salah kaprahnya guru dan orang tua dalam memahami potensi anak didik bisa berakibat fatal, karena bisa mengarah pada pembunuhan karakter dan potensi pada siswa, bahkan pada tindak kekerasan yang bisa menimbulkan trauma dan tekanan secara psikologis. Suatu contoh dalam satu kelas yang sedang asik-asiknya melangsungkan kegiatan belajar mengajar, tiba-tiba ada salah satu siswa yang memukul-mukul meja belajarnya dengan alat tulis, lalu dengan serta merta sang guru memukul dan menghukumnya didepan kelas, hingga kesokan harinya anak tersebut menjadi anak pendiam dan murung tak seperti hari-hari biasanya.

Melihat gejala keanehan yang terjadi pada putra sematawayangnya sang ibu lantas bergegas mengajaknya ke seorang psikolog, dari sana ada rekomendasi untuk mengikutkan putranya pada les musik (drum), terjadi perdebatan antara psikolog dan sang ibu, disatu sisi sang ibu memikirkan buah hatinya yang kurang pandai dalam matapelajaran disisi lain harus menambahkan kesibukan si anak dengan hal-hal yang menurutnya kurang bermanfaat. Singgkat cerita si anak tadi menjadi pemain drum yang tidak hanya bertaraf nasional tapi juga bertarif internasional, yang tentu saja tidak hanya dibanggakan orang tuanya tetapi juga sekolahnya yang dulu, dan bahkan dibangunkan patungnya untuk memberikan penghargaan dan kebanggaan karena telah menyadarkan semua orang tentang pentingnya pemahaman potensi.

Cuplikan singkat dari buku: Teaching Kids With Learning Difficulties in The Reguler Classroom (Susan Winebrener), yang diterjemahkan oleh Farida Kadarusno semoga dapat memberikan gambaran yang jelas tentang pentingnya memahami potensi anak sejak dini, sekaligus menghidupkan semangat dan gairah kita untuk mengkaji lebih dalam tentang potensi-potensi yang ada pada manusia. dengan begitu para orang tua atau guru akan mampu memetakan potensi dari masing-masing anak, sehingga dapat menempatkan dirinya secara bijak dan porposional.


A. Pembahasan

1. Difinisi Kecerdasan

Biasanya orang yang pandai Bahasa Inggris secara otomatis akan menjawab ‘bright, intelegence, smart’(yang terakhir menurut English America), brilliant, genius.Kata cerdas banyak dipakai dalam hal yang berkaitan dengan pendidikan, terutama sekali saat merumuskan tujuan pendidikan, tujuan sekolah, dan beberapa target pendidikan.

Kata cerdas dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia 2001 mempunyai arti : Sempurna perkembangan akal budinya (untuk berpikir, mengerti, dsb), tajam pikiran sedangkan kecerdasan di artikan sebagai : Perihal cerdas, perbuatan yang mencerdaskan, kesempurnaan perkembangan akal budi (seperti kepandaian, ketajaman pikiran), yg menuntut pemberdayaan otak, hati, jasmani, dan pengaktifan manusia untuk berinteraksi secara fungsional dengan yang lain.

Menurut definisi dalam kamus Oxford, padanan kata cerdas yaitu, kata ‘intelegent’ didefinisikan sbb: good at learning, understanding and thinking in a logical way about things; showing this ability. Sedangkan dalam kamus Thesaurus, sebagai berikut : Having or showing intelligence, often of a high order Padanan kata yang lain, yaitu kata ’shrewd’ menurut definisi Thesaurus : Having or showing a clever awareness and resourcefulness in practical matters.
Bertahun-tahun definisi cerdas telah “dihakimi” oleh test IQ. Test yang lahir dari karya pakar psikologi Prancis Alfred Binet pada awal abad ke-20 ini, semula merupakan ujicoba untuk mengidentifikasi anak-anak yang masalah belajarnya membutuhkan pendidikan perbaikan (Accelerated Learning, 2002:57).

Menurut Colin Rose, dalam bukunya Kuasai Lebih Cepat (2002:26), “Cara baru memandang kemampuan manusia” yang memaknai kecerdasan sebagai, kemampuan menciptakan produk bermanfaat dan menyelesaikan masalah sehari-hari”. Howard Gardner, seorang professor pendidikan dari Universitas Harvard yang merupakan pencetus teori Multiple Intelligence, juga penulis buku terkenal Frames of Mind, mengatakan bahwa kecerdasan itu bukanlah sesuatu yang mutlak seperti halnya ketika kita mengukur tinggi badan atau panjangnya sesuatu, sehingga bisa muncul label cerdas dan tidak cerdas. Definisi di atas tidak ada yang salah dan tidak ada yang paling benar.Dan juga tidak ada larangan untuk membuat definisi baru tentang arti kecerdasan.

2. Macam-macam Kecerdasan Manusia

Howard Gardner, seorang psikolog terkemuka dari Harvard University, menemukan bahwa sebenarnya manusia memiliki beberapa jenis kecerdasan. Howard menyebutnya sebagai kecerdasan majemuk atau multiple intelligence. Mula-mula Howard menemukan tujuh kecerdasan, namun dalam perkembangan selanjutnya, ia berhasil menemukan satu kecerdasan lagi. Sehingga sampai hari ini diperkirakan setiap manusia memiliki delapan jenis kecerdasan.
Kedelapan jenis kecerdasan itu adalah:

a. Kecerdasan Naturalis (nature smart)

Secara sederhana, orang dengan nature smart adalah orang yang sangat menyukai alam dan lingkungannya. Ia sangat suka bepergian dan segala macam kegiatan luar ruang. Biasanya seorang nature smart juga suka memelihara binatang atau merawat tanaman.

Ciri-ciri:

Suka bepergian atau hiking (naik gunung), tertarik pada objek wisata pantai dan pegunungan, gemar memasak, suka fotografi atau videografi, suka menonton acara televisi tentang flora atau fauna, mudah mengingat detail sebuah lokasi, suka berkemah di alam terbuka, menikmati liburan ke taman safari atau kebun binatang, peduli terhadap lingkungan hidup, suka mengikuti organisasi pencinta alam, tertarik dengan jenis binatang atau tumbuhan yang aneh, suka berkebun.
Pengembangan:

Bagi penggemar flora, anda bisa membuat kebun sendiri dan mengumpulkan berbagai jenis tanaman. Bagi penggemar binatang, cobalah memelihara binatang tertentu. Banyaklah membaca buku tentang flora dan fauna. Bergabunglah dengan berbagai perkumpulan yang sering mengadakan hiking, jalan-jalan di alam terbuka, dan sebagainya.

Kecerdasan lain yang mendukung: Body smart, karena anda membutuhkan stamina yang cukup kuat untuk naik gunung atau berkemah di alam terbuka. Selain itu, kecerdasan lain tidak berpengaruh secara langsung pada seorang nature smart. Pekerjaan yang sesuai: Arkeolog, astronom, ahli botani, ahli biologi, peneliti lingkungan, florist, arsitek lanskap, pelaut, dokter hewan, fotografer alam, dan sebagainya.

b. Kecerdasan Intrapersonal (self smart)

Seorang self smart adalah orang yang bisa memahami diri sendiri. Ia tahu tujuan hidupnya, punya target-target yang ingin dicapai, mengerti apa potensi dan kelemahan-kelemahan yang ia miliki. Selain itu, orang dengan kecerdasan ini akan selalu mengintrospeksi diri dan menarik pelajaran dari berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Sebenarnya ini adalah jenis kecerdasan yang harus dikembangkan oleh semua orang hingga maksimal. Kecerdasan ini sangat diperlukan untuk mengambil berbagai keputusan penting dalam hidup kita dan untuk menghadapi berbagai masalah yang timbul.

Ciri-ciri:

Suka bekerja seorang diri, bisa memegang teguh pendirian meski banyak yang melawan, cenderung masa bodoh (cuek), sering mengintrospeksi diri, mengerti kekuatan dan kelemahan diri sendiri, secara berkala suka memikirkan masa depan dan rencana-rencana hidup, realistis, bisa menghadapi kegagalan dan kemunduran dengan tabah, biasanya dianggap orang yang bijaksana, suka membaca buku-buku pengembangan diri, bisa mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa yang terjadi, lebih suka berwiraswasta (usaha sendiri) daripada kerja ikut orang.

Pengembangan:

Saat teduh adalah hal yang sangat efektif untuk mengembangkan self smart anda. Secara berkala evaluasilah diri anda. Bertanyalah pada diri sendiri, “Apa tujuan hidup saya?”, “Apa yang ingin saya capai dalam waktu dekat maupun jangka panjang?”, “Apa potensi dan kekuatan yang saya miliki?” Cara lain untuk mengembangkan self smart anda adalah dengan menyediakan waktu untuk merenung. Kemudian catatlah hasil perenungan anda.

Kecerdasan lain yang mendukung : Kecerdasan lain berguna untuk mempermudah pengembangan self smart kita. Misalnya, orang yang memiliki music smart akan lebih mudah merenung bila disertai dengan iringan lagu. Orang dengan nature smart bisa lebih mudah melakukan introspeksi saat berada di alam terbuka. Orang dengan picture smart bisa menuangkan hasil perenungannya dalam bentuk gambar agar lebih mudah diingat.

c. Kecerdasan Interpersonal (people smart)

Orang dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan sosial yang tinggi. Mudah berhubungan dan berkomunikasi dengan orang lain. Selain itu, orang dengan kecerdasan ini sanggup menempatkan diri dan membaca situasi orang-orang di sekitarnya. Ia bisa dengan cepat beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Kegiatan-kegiatan berkelompok akan lebih disukai.

Ciri-ciri:

Mudah berteman, suka bertemu dengan orang-orang atau kenalan baru, suka bekerja dalam kelompok, suka kegiatan sosial, berusaha ‘maha hadir’ (suka bila dibutuhkan oleh orang lain), tidak betah berada di rumah sendirian, banyak berbicara, dalam menghadapi masalah cenderung meminta bantuan orang lain, suka memotivasi orang lain, senang berada dalam keramaian, bisa mengatur atau memimpin sekelompok orang, menyukai permainan yang dilakukan bersama (monopoli, kartu).

Pengembangan:

Bergaullah dengan berbagai orang seluas-luasnya dan pelajarilah karakter-karakter mereka. Belajarlah melihat apa yang mereka sukai dan apa yang tidak mereka sukai. Ini akan membantu anda membangun hubungan dengan orang-orang baru. Ikutlah dalam berbagai organisasi dan banyaklah terlibat dalam berbagai perkumpulan yang membangun hidup anda. Perluaslah wawasan anda, sehingga ketika bertemu dengan banyak orang, anda punya banyak bahan untuk didiskusikan dan diceritakan.

Kecerdasan lain yang mendukung: Yang terutama adalah word smart. Dengan pengolahan kata-kata yang baik, kemampuan sosial anda akan semakin efektif. Kecerdasan lain juga dibutuhkan, namun tergantung pada jenis pekerjaan yang anda miliki. Pekerjaan yang sesuai: Pengusaha, public relations, psikolog, konselor, marketing, politikus, trainer, aktivis sosial, reporter, sosiolog, dsb.

d. Kecerdasan Musik (music smart)

Rasanya tidak perlu dijelaskan lagi. Bagi anda yang sangat menyukai musik dan punya bakat di bidang musik, sudah pasti anda adalah orang yang memiliki kecerdasan musik.

Ciri-ciri:

Suka bersiul, mudah menghafal nada lagu yang baru didengar, menguasai salah satu alat musik tertentu, peka terhadap suara fals/sumbang, suka bekerja sambil bernyanyi atau bersenandung, sangat berminat untuk mengetahui perkembangan musik dunia, mengenal berbagai jenis irama musik, punya keinginan untuk menguasai lebih dari satu jenis alat musik, merasa tidak bisa hidup tanpa musik, memiliki suara yang merdu, tertarik pada sesuatu yang menghasilkan bunyi-bunyian; bila mendengar musik, ada anggota tubuh yang mengikuti irama.

Pengembangan:

Banyaklah mendengar berbagai jenis musik. Berusahalah menguasai sebanyak mungkin alat musik, tetapi harus ada satu alat musik yang dikuasai hingga mahir. Bentuklah sebuah band dan berlatihlah bersama-sama. Ikut kursus atau mencari seorang guru juga akan lebih baik dalam meningkatkan kemampuan musik anda. Jika ada waktu luang dan sedang dalam suasana hati yang baik, cobalah untuk menciptakan lagu sendiri.

Kecerdasan lain yang mendukung: Secara langsung hampir tidak ada kecerdasan lain yang dibutuhkan. Tetapi secara tidak langsung body smart, self smart, word smart, picture smart, dan nature smart juga dibutuhkan dalam mengembangkan music smart anda.

Body smart dibutuhkan karena anda membutuhkan keterampilan tangan dan koordinasi tubuh untuk memainkan alat musik (kecuali vokalis tentunya). Self smart dan word smart bagus bagi anda yang suka menciptakan lagu. Picture smart atau nature smart bagus untuk mengembangkan otak kanan anda, karena bermain musik juga menggunakan otak kanan. Pekerjaan yang sesuai: Tentunya semua yang berhubungan dengan musik, mulai dari menjadi pemain musik, vokalis, pembuat jingle, arranger, pencipta lagu, dan sebagainya.

e. Kecerdasan Kinestetis (body smart)

Kemampuan untuk mengendalikan gerakan, keseimbangan, koordinasi, dan ketangkasan bagian-bagian tubuh. Umumnya orang dengan body smart sangat menyukai olahraga dan suka terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang mengandalkan fisik. Orang body smart hampir tidak bisa berdiam diri dan cukup aktif. Namun, kecerdasan tubuh bukan hanya soal olahraga dan stamina fisik saja. Kemampuan berperan dan menirukan perilaku tertentu juga termasuk keahlian yang dimiliki oleh orang-orang dengan kecerdasan tubuh. Pernahkah anda melihat orang yang suka mengotak-atik sesuatu (misalnya mesin, peralatan elektronik, atau menjahit bagi yang wanita)? Bisa jadi mereka juga orang-orang yang memiliki body smart.

Ciri-ciri:

Suka berolahraga, bisa menirukan perilaku atau gerak-gerik orang lain, suka menari, suka kegiatan luar ruang, tidak betah duduk diam dalam waktu yang lama, menyukai kegiatan yang membutuhkan keterampilan tangan, ketika berpikir biasanya harus bergerak; ketika berbicara, banyak anggota tubuh yang bergerak; malas membaca, suka pekerjaan keluar kantor, memiliki kekuatan fisik dan stamina yang lebih tinggi dibanding orang lain, suka kegiatan yang berbahaya (misalnya bungee jumping).

Pengembangan:

Berolahraga! Selain itu bagi yang suka prakarya (pekerjaan tangan), cobalah untuk mengembangkan hobi tersebut. Bagi yang pria, bisa mulai belajar mengotak-atik mesin atau peralatan elektronik. Sedangkan bagi yang wanita, mulailah membuat berbagai pernak-pernik dan aksesoris. Cukup banyak buku keterampilan yang dapat dipelajari, mulai dari origami, clay, menjahit, lipat-melipat, dan sebagainya.

Kecerdasan lain yang mendukung: Secara tidak langsung tidak ada kecerdasan lain yang secara spesifik diperlukan. Tergantung bidang pekerjaan terkait. Misalnya untuk olahragawan, logic smart juga diperlukan untuk menganalisis kemampuan dan kelemahan lawan, serta menyelidiki situasi lapangan dan kondisi lingkungan. Dengan memiliki kemampuan analisis yang baik, sang olahragawan dapat menyiapkan strategi terbaik guna meningkatkan kemungkinannya untuk berhasil. Pekerjaan yang sesuai: Atlet, penari, perajin, pesulap, penata rambut, penjahit, aktor, stuntman, montir, dan sebagainya.

f. Kecerdasan Matematis (logic smart)

Kecerdasan matamatis atau kecerdasan logika. Orang yang memiliki kecerdasan ini biasanya unggul dalam pelajaran-pelajaran IPA, seperti fisika dan matematika. Orang dengan kecerdasan ini memiliki kemampuan analisis yang kuat dan dapat berpikir secara teratur, bahkan pola pikirnya cenderung kaku. Orang logic smart adalah orang yang realistis dan selalu mencari jawaban atas berbagai pertanyaan. Tetapi harus diwaspadai karena biasanya orang logic smart cenderung mencari alasan terhadap segala sesuatu, sehingga mereka sulit memercayai Tuhan yang ajaib.

Atheis umumnya terbagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama adalah orang-orang yang kecewa terhadap Tuhan atau agama. Kelompok kedua adalah orang-orang logic smart yang mencoba menganalisis Tuhan dan mencari penjelasan-penjelasan.

Ciri-ciri:

Unggul dalam matematika dan fisika, suka bertanya ‘kenapa’ terhadap segala sesuatu, mudah menghafal angka, suka menganalisis sesuatu, yakin bahwa segala sesuatu ada sebab/alasannya, tertarik pada teknologi dan berbagai penemuan terbaru, suka cerita detektif/misteri, bertindak secara kronologis/teratur/berurutan, suka berandai-andai, suka berdebat; senang melakukan penelitian, eksperimen, atau survei; menyukai film-film fiksi ilmiah (science fiction).

Kecerdasan lain yang mendukung : People smart guna menambah wawasan dan teman, supaya tidak dianggap kutu buku dan orang aneh. Nature smart juga perlu guna memancing otak anda untuk menemukan berbagai pertanyaan yang bisa memperkaya pengetahuan anda. Music smart, karena konon katanya musik bisa merangsang kerja otak manusia menjadi lebih maksimal. Cocok bagi mereka yang gemar ‘memeras’ otak. Pekerjaan yang sesuai : Ilmuwan, guru/pengajar sains, akuntan, analis data, programmer, ekonom, ahli teknik (mesin, sipil, elektro, kimia), peneliti, ahli statistik.

g. Kecerdasan Spasial (picture smart)

Kecerdasan spasial atau kecerdasan gambar. Orang yang memiliki kecerdasan ini sangat mudah mengingat gambar, dan memiliki imajinasi yang kuat. Apabila ia membayangkan sesuatu, bayangan itu tergambar dengan jelas dalam pikirannya. Umumnya orang dengan kecerdasan ini juga memiliki kemampuan dalam menggambar. Biasanya orang-orang yang memiliki picture smart adalah para seniman.Kelebihan para pemilik picture smart, selain terletak pada imajinasinya juga pada matanya. Mata mereka biasanya peka atau jeli menangkap hal-hal yang tidak dilihat oleh orang lain.

Ciri-ciri:

Tidak mengalami kesulitan dalam membaca peta, lebih tertarik pada gambar daripada tulisan, peka terhadap warna, suka fotografi atau videografi, mampu membayangkan sebuah benda dilihat dari berbagai sudut, suka mencoret-coret bila sedang bertelepon atau berbicara dengan orang, suka bermain puzzle, suka menyederhanakan sesuatu menjadi gambar, gemar membaca komik, imajinatif (mudah membayangkan), peka terhadap tata letak (interior, majalah, dsb), suka menggambar.

Pengembangan:

Lebih banyak menggambar. Jika anda sedang belajar, cobalah untuk menggambar poin-poin penting yang anda dapatkan, karena anda akan lebih mudah mengingatnya. Jika anda sedang menulis catatan apa saja, cobalah untuk menambahkan gambar-gambar yang berhubungan dengan catatan anda. Lebih baik lagi jika anda membuat catatan harian (diary) berupa sketsa. Banyaklah membaca buku-buku yang memuat berbagai visualisasi menarik (buku-buku desain, fotografi, dsb).

Kecerdasan lain yang mendukung: Kecerdasan lain yang paling mendukung adalah nature smart. Biasanya alam adalah sumber inspirasi yang tak terbatas bagi para seniman. Dalam dunia kerja, dibutuhkan juga berbagai kecerdasan lain untuk menunjang picture smart anda. Biasanya logic smart juga dibutuhkan untuk menunjang picture smart anda. Bahkan seorang desainer grafis juga membutuhkan word smart dalam pekerjaannya. Pekerjaan yang sesuai: Desainer grafis, arsitek, desainer interior, pemahat/pematung, fotografer, kamerawan, ilustrator, komikus, pelukis, desainer produk, animator, dan sebagainya.

h. Kecerdasan Linguistik (word smart)

Kecerdasan linguistik atau kecerdasan bahasa. Orang yang memiliki kecerdasan ini pandai mengolah kata-kata. Sebagian di antara mereka pandai berkata-kata (misalnya: presenter, rohaniwan, pendongeng, mc, dsb). Sebagian lagi pandai menulis (misalnya: novelis, penulis buku, dsb). Tetapi cukup banyak juga yang menguasai keduanya.

Ciri-ciri:

Suka membaca, gemar menulis (puisi, cerpen, novel, diary, dsb), suka bermain scrable atau mengisi TTS, pandai bercerita, suka memelesetkan atau memarodikan kata-kata, lebih suka mendengar secara lisan (auditory), mudah mengingat kata-kata aneh, suka menghibur orang lain atau diri sendiri dengan serangkaian kata/kalimat, suka berintonasi dalam berkata-kata, punya banyak perbendaharaan kata, mudah menemukan kejanggalan bahasa dalam tulisan atau kata-kata orang lain, suka menghabiskan waktu di toko buku.

Pengembangan:

Cara utama untuk mengembangkan kecerdasan ini adalah dengan membaca berbagai buku, majalah, dan litaratur lainnya. Ada baiknya membiasakan diri menulis sesuatu (pengalaman hidup sehari-hari, atau apa pun yang didapat ketika membaca sesuatu, menonton film, atau bersaat teduh). Kecerdasan lain yang mendukung:

Akan lebih baik jika ditunjang dengan pengembangan self smart, logic smart, dan people smart. Ketiga kecerdasan itu akan lebih meningkatkan kemampuan anda dalam mengolah kata, serta memperluas wawasan anda. Pekerjaan yang sesuai:

MC, pembawa acara, rohaniwan, trainer, penyiar radio, guru, editor, story teller, public relations, sastrawan, penulis, copywriter, pelawak.

B. Kesimpulan

Setiap manusia memiliki semua jenis dari delapan kecerdasan itu, namun hanya ada beberapa yang dominan atau menonjol dalam diri seseorang. Kita sering kali menganggap bahwa orang yang memiliki kecerdasan matematis (logic smart) sebagai orang yang pintar. Namun, survei membuktikan bahwa mereka yang dulunya terkenal nakal dan bandel di kelas, justru pada saat bekerja bisa sukses dan menjadi pemimpin atas orang-orang yang dikenal rajin dan pandai di kelas. Mengapa bisa demikian? Mereka yang nakal dan bandel itu bukanlah bodoh, tetapi mereka memang tidak menonjol dalam kecerdasan matematis dan mungkin menonjol dalam jenis kecerdasan yang lain. Mudah-mudahan sedikit yang kami sajikan dalam makalah ini mampu menghindarkan kita semua dari kesesatan dalam mamahami kecerdasan secara parsial, sehingga kita dapat bersikap secara tepat dan bijaksana.

di Tulis Oleh :Dra Sunarti Guru SMAN 1 Cangkringan



DAFTAR PUSTAKA

Atkinson, R. L. dkk. 1987. Pengantar Psikologi I. Jakarta: Penerbit Erlangga.
Cholil, Abdullah.2007. 26 Kiat Menata Keluarga. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.
Cooper Cary & Makin Peter, 1995. Psikologi Untuk Manajer. Jakarta: Arcan.
Garner, Howard. 2006. Changing Minds. Jakarta : PT.Transmedia.
Leoni, Agustin. 2008. Pintar Psikotes & TPA. Jakarta: PT. Tangga Pustaka.
Santoso, Mustofa. 2008. Revolusi Pelatihan Sukses Dengan Teknik Accelerated Learning. Bandung: PT.Mizan Pustaka.
Tanuwidjaja, Wiliam. 2009. 8 Intisari Kecerdasan Finansial.Yogyakarta: Medpress
Yuriastien, Effiana. dkk. 2009. Games Theraphy untuk Kecerdasan bayi dan Balita. Jakarta:PT.Wahyu Media
http://www.forumbebas.com/ (di akses 02 Maret 2010)
Share this article :

1 komentar:

Anonim mengatakan...

i think it is very important for me..
thanks mr baslini.

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Baslini's Blog - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website | Adilahat
Proudly powered by Blogger